Dari total tersebut, 24 perkara berhasil diselesaikan.
Rinciannya, terdapat 1 kasus ganja dan 23 kasus sabu dengan barang bukti yang diamankan berupa 4,50 gram ganja dan 33,81 gram sabu.
“Meski terjadi penurunan jumlah kasus narkoba, kami tetap memprioritaskan pengungkapan dan penindakan tegas karena narkoba merupakan ancaman serius bagi masyarakat,” tegas Kapolres.
Laka Lantas Meningkat, Aksi Unjuk Rasa Menurun
Dalam rilis akhir tahun tersebut, Polres Bengkulu Utara juga memaparkan data kecelakaan lalu lintas (laka lantas).
Sepanjang 2025 tercatat 165 kejadian laka lantas, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang berjumlah 140 kejadian.
Dampak kecelakaan pada 2025 mengakibatkan:
- 39 orang meninggal dunia,
- 134 luka berat
- 122 luka ringan.
Sementara pada 2024 tercatat 33 meninggal dunia, 103 luka berat, dan 91 luka ringan.
Di sisi lain, aksi unjuk rasa justru mengalami penurunan.
Pada 2025 tercatat 11 aksi, turun dari 12 aksi pada 2024, atau menurun sekitar 8,33 persen.
Penanganan Bencana Alam dan Komitmen Kamtibmas
Sepanjang 2025, Polres Bengkulu Utara juga mencatat 9 kejadian bencana alam, terdiri dari 6 kejadian banjir dan 3 kejadian tanah longsor.

















