Lalu menyatu dengan ombak hingga garis pantai tampak seolah-olah berubah warna menjadi merah seperti berdarah.
Meskipun video yang tengah beredar tesebut sangat memukau, namun hal ini menguncang banyak komentar dari netizen.
Dari banyaknya unggahan mengenai fenomena ini, tidak sedikit netizen yang penasaran dan mempertanyakam apa sebenarnya penyebab dari fenomena menakjubkan ini?
Penyebab Hujan Darah di Pulau Hormuz
Melansir dari The Independent, penjelasan ilmiah mengenai fenomena yang disebut “blood rain” itu diuraikan oleh NASA Earth Observatory.
Berdasarkan penjelasannya, Pulau Hormuz merupakan kubah garam yang kaya akan mineral yang terdiri atas garam batu, gipsum, anhidrit, dan material evaporit lainnya yang terdorong ke atas menembus lapisan batuan di atasnya.
Garam batu atau halit bersifat lemah dan mengapung, sehingga kehilangan kerapuhannya dan mengalir seperti cairan ketika berada di bawah tekanan tinggi.
Namun, massa yang muncul di permukaan di pulau ini bukan hanya garam saja. Di dalamnya juga terdapat lapisan tanah liat, karbonat, serpih, dan batuan vulkanik yang kaya akan kandungan besi.

















