Selain itu, cakupan penerima bantuan juga diperluas dengan menyasar masyarakat desil I hingga desil IV, sebagai upaya memperkuat perlindungan sosial di tengah tekanan ekonomi dan potensi kenaikan harga pangan.
Di Kabupaten Bengkulu Utara, Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Bengkulu Utara, Sabani, menyampaikan bahwa hingga saat ini pemerintah daerah masih menunggu instruksi resmi dari pemerintah pusat terkait teknis penyaluran bantuan pangan Tahun 2026.
“Untuk Bengkulu Utara, kami masih menunggu petunjuk teknis penyaluran dari pemerintah pusat. Namun dari sisi ketersediaan, stok beras Bulog dalam kondisi aman,” ujar Sabani.

Ia menjelaskan, Perum Bulog telah menyiapkan stok beras sebanyak 1.300 ton di gudang Bulog wilayah Bengkulu Utara. Sementara untuk komoditas minyak goreng, pasokan akan didatangkan dari Kota Bengkulu sesuai kebutuhan di lapangan.
“Stok beras di gudang Bulog mencukupi. Untuk minyak goreng akan disuplai dari Kota Bengkulu dan disesuaikan dengan kebutuhan penerima bantuan,” tambahnya.

















