Adi mengatakan para pedagang setiap hari selalu gotong royong membersihkan sisa sampah pengunjung agar lokasi selalu bersih.
“Kebersihan lingkungan menjadi kunci agar pengunjung selalu ramai datang ke irigasi ini, untuk itu pedagang selalu gotong royong membersihkan sampah supaya warga tidak bosan berkunjung dan selalu bersih,” kata Adi.
Kendati tak ada pungutan parkir, namun menurutnya permasalahan soal parkir menjadi catatan bagi setiap pengunjung.
Ia berharap agar pengunjung dengan kesadarannya sendiri mengatur parkir kendaraan agar tidak semrawut dan mengganggu arus lalu lintas.
“Karena tidak ada pungutan parkir di sini, jadi kami harapkan bagi masyarakat yang berkunjung untuk kesadarannya memarkirkan kendaraannya agar tidak menimbulkan kemacetan,” tutur Adi.

Kemudian untuk mencegah hal yang tidak diinginkan seperti anak-anak tenggelam, setiap orang tua untuk senantiasa menjaga dan mengawasi anaknya yang belum mahir berenang,
“Kami juga berpesan kepada masyarakat terutama bagi orang tua yang membawa anak-anaknya yang belum bisa berenang untuk menjaganya, jangan sampai ada jatuh korban jiwa karena di sini tidak ada yang menjamin asuransi kematian,” pungkasnya.
(Hari Adiyono)
















