Menurut Gubernur, peran serta masyarakat sangat penting dalam meminimalkan dampak bencana.
“Gotong royong secara berkala membersihkan saluran air dan drainase lingkungan perlu terus dilakukan sebagai upaya pencegahan terjadinya banjir,” tegasnya.
Dalam rangka menyambut Tahun Baru 2026, Gubernur Bengkulu mengajak masyarakat mengisinya dengan kegiatan positif dan bernilai ibadah.
“Mengisi kegiatan menyambut Tahun Baru 2026 dengan melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama masing-masing, dan khusus bagi umat Islam dianjurkan melaksanakan zikir, istigasah, serta doa bersama,” demikian tertulis dalam surat edaran tersebut.
Gubernur juga menegaskan larangan perayaan malam tahun baru secara berlebihan.
“Tidak melaksanakan pergantian malam Tahun Baru 2026 dengan cara meniupkan terompet, membakar kembang api atau petasan, serta kebut-kebutan di jalan raya,” tegas Gubernur.
Tak hanya kepada masyarakat, imbauan juga ditujukan kepada para pengelola tempat hiburan dan wisata.
“Seluruh pemilik tempat hiburan dan pengelola tempat wisata agar tidak melaksanakan atau memfasilitasi perayaan malam Tahun Baru 2026 secara berlebihan,” demikian Helmi.
(**)
















