<strong>Bengkulu Utara</strong> - Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di wilayah Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Sabtu (28/2/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Sebuah truk pengangkut janjang kosong (jangkos) sawit terperosok ke sungai, karena jembatan gantung yang dilintasi rusak. Peristiwa tersebut terjadi di jembatan gantung Sungai Serangai yang menghubungkan Desa Rena Jaya menuju Desa Limas Jaya. Tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian ini, namun kerugian materi diperkirakan mencapai Rp100 juta. <h3>Kronologi Jembatan Putus</h3> Kapolres Bengkulu Utara Bakti Kautsar Ali melalui Kapolsek Giri Mulya Hermanto Simaremare menjelaskan, pengemudi truk bernama Nopri Jaya. Truk Toyota Dyna warna merah BD 8536 I yang ia kemudikan melaju dari Desa Rena Jaya menuju Desa Limas Jaya untuk mengantar muatan sawit. <blockquote>“Pengemudi diduga belum memahami kondisi medan. Saat melintas di jembatan gantung, besi penopang patah karena kondisi jembatan sudah tua, sehingga kendaraan terperosok ke sungai,” jelas Kapolsek.</blockquote> Ia memastikan pengemudi selamat dan hanya mengalami trauma pasca kejadian. <blockquote>“Tidak ada korban luka maupun meninggal dunia. Sopir dalam keadaan selamat dan sudah dievakuasi bersama <span style="color: #333333;">warga,” tambahnya.</span></blockquote> Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara, akses jalan menuju lokasi merupakan jalan tanah berkoral dengan kondisi menurun dan kering.<!--nextpage--> Struktur jembatan gantung juga telah keropos, karena bagian kayu yang lapuk sehingga tidak lagi mampu menopang beban kendaraan berat. <img class="alignnone size-full wp-image-12391" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-21.30.18-1.jpeg" alt="" width="1200" height="1600" /> <h3>Sudah Diusulkan untuk Pembangunan</h3> Petugas kepolisian bersama warga langsung melakukan penanganan dengan menutup jalur dengan memasang garis polisi. Untuk sementara, pihak kepolisian mengalihkan arus lalu lintas melalui Desa Air Sebayur. Koordinasi juga dilakukan dengan dinas terkait untuk tindak lanjut perbaikan infrastruktur. Kepala Desa Rena Jaya Ujang Asran mengatakan, jembatan gantung tersebut memang sudah lama mengalami kerusakan dan telah diusulkan untuk pembangunan ulang. <blockquote>“Jembatan ini satu-satunya penghubung antar desa. Kondisinya memang sudah rusak dan sudah kami usulkan. Tahun ini direncanakan akan dibangun oleh pemerintah daerah melalui APBD 2026,” ujarnya.</blockquote> <img class="alignnone size-full wp-image-12392" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2026/02/WhatsApp-Image-2026-02-28-at-21.30.18.jpeg" alt="" width="1200" height="1600" /> Ia berharap kejadian ini menjadi perhatian serius karena akses tersebut sangat vital bagi aktivitas masyarakat, terutama untuk pertanian dan distribusi hasil kebun. Situasi di lokasi dilaporkan aman dan terkendali, sementara proses evakuasi kendaraan masih dilakukan secara bertahap.<!--nextpage--> <strong>(Novan Alqadri)</strong>