Menurutnya, hasil kurasi KEN 2026 menjadi bahan evaluasi penting bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas event, tidak hanya dari sisi atraksi budaya dan alam, tetapi juga dari aspek perencanaan, manajemen, dan dampak ekonomi yang dihasilkan.
Pemerintah Kabupaten Bengkulu Utara berkomitmen menjadikan penyelenggaraan Rafflesia Kemumu Festival ke depan sebagai momentum pembenahan, agar event tersebut mampu naik kelas dan kembali diusulkan dalam kurasi Karisma Event Nusantara tahun-tahun berikutnya.
“Event ini sebelumnya bernama Suroan Festival, karena mengikuti seleksi KEN kita ubah menjadi Rafflesia Kemumu Festival. Jadi walaupun gagal masuk KEN tahun ini, nama festival nya tetap Rafflesia Kemumu Festival,” tandas Bambang.
(Novan Alqadri)

















