Beruntung warga sekitar berusaha menarik sopir yang sudah tak sadarkan diri.
Proses evakuasi operator baru dapat dilakukan setelah datangnya petugas PLN yang berhasil dihubungi masyarakat setempat, untuk memutus aliran listrik.
“Operator eksavator tadi mau menyingkirkan kabel pakai kayu, tapi gagal malah menyenggol body eksavator, sopir yang melihat rekannya tersengat listrik kemudian lompat dari truk, dan apesnya pas dia balik lagi mau matikan mesin truk sopirnya ikut tersenyat listrik,” terang warga, Andi Wijaya.
Akibat peristiwa ini, Andi sang operator nyawanya tak terselamatkan, sedangkan sang sopir Mardiono yang berhasil ditarik salah seorang warga setempat berhasil siuman setelah sempat tak sadarkan diri.
Setelah beberapa jam, proses evakuasi yang berlangsung dramatis pun berhasil dilakukan warga bersama petugas PLN.
Jenazah korban kemudian dibawa menggunakan mobil pick up menuju ke rumah duka di Desa Kembang Seri Kecamatan Talo, untuk dilakukan fardhu kifayah sebelum dimakamkan.
Sementara itu, sang sopir truk Mardiono setelah siuman mengaku membawa alat berat eksavator untuk membuat siring areal perkebunan, dari Desa Penago 1 menuju ke Penago Baru Kecamatan Ilir Talo.

















