Ia menegaskan bahwa setiap anggota terikat aturan disiplin dan kode etik yang kuat, terutama dalam menjalankan fungsi kehumasan di media digital.
Kombes Pol. Ichsan Nur juga menekankan pentingnya kesabaran bagi personel di lapangan dalam menghadapi dinamika masyarakat, termasuk saat menerima kritik, hinaan, maupun caci maki.
Ia menyatakan bahwa Polri tidak anti-kritik dan justru membutuhkan masukan dari masyarakat untuk terus berbenah.
Sebagai bentuk komitmen, setiap Senin pagi anggota Polda Bengkulu rutin diberikan pembekalan langsung oleh Kapolda mengenai cara menjadi polisi yang baik dan humanis.
Upaya berkelanjutan ini membuahkan hasil positif, rilis survei terbaru menunjukkan tingkat kepercayaan publik (trust) terhadap Polri di Bengkulu mencapai angka 89 persen.
Ia juga menyampaikan harapan besar agar polisi senantiasa menjadi penolong bagi masyarakat. Menurutnya, indikator keberhasilan utama Polri adalah melalui tindakan pre-emtif, yakni ketika polisi sudah bertindak dan melakukan pencegahan sebelum suatu tindak kejahatan atau gangguan keamanan terjadi.
















