Setibanya di Jakarta , mereka berempat menuju Bekasi untuk membuat pasport dan mengikuti training selama 2 bulan.
“Akan ada traning selama dua bulan. Lalu para istri dijanjikan Rp 100 ribu per hari. Namun selama ini kami hanya diberi Rp 700 ribu,” kata keluarga korban.
Mereka akhirnya menuju terbang ke Malaysia, Singapura, lalu ke Kamboja.
“Saat di Malaysia, dan Singapura kami masih bisa berkomunikasi dengan suami. Kemudian kami dapat kabar bahwa suami kami sudah di Kamboja bukan ke Vietnam seperti yang dijanjikan,” ungkapnya.
24 Jam Kerja Non Stop dan Alami Penyiksaan
Yuli mengatakan bahwa selama suaminya bekerja menjadi scammer harus bekerja 24 non stop.
Terbongkarnya penipuan itu ketika suaminya berbicara jujur bahwa mereka bekerja sebagai scam judi online.
“Awalnya suami belum mau cerita kalau mereka kena tipu, namun suami akhirnya mengaku,” papar keluarga.
Para suami menjelaskan, selama bekerja mereka tidak diberi waktu istirahat 24 jam bekerja.
Apabila mengantuk mereka akan disterum sementara makan hanya diberi satu kali dalam sehari.
“Mereka yang tidak memenuhi target akan kena denda,” ujar Yuli.
Page 2 of 3


















