<strong>Bengkulu</strong> - Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Seorang pria bernama Abdul Hamid ditemukan meninggal dunia dalam kamar bedengan. Lokasi penemuan mayat tersebut berada di Jalan Raden Fatah RT 20 RW 04 Kelurahan Sukarami, Kecamatan Selebar, Kota Bengkulu. Korban yang sehari-hari bekerja serabutan ini ditemukan tak bernyawa dalam kondisi badan yang sudah mulai membusuk pada Rabu (24/12) sore. <img class="alignnone size-full wp-image-10015" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-24-at-19.40.23-1.jpeg" alt="" width="908" height="526" /> Agus selaku pemilik bedengan menuturkan, awalnya mengecek kondisi bedengan miliknya dan sempat memanggil korban. Lantaran korban tidak menjawab, dirinya pun menggedor pintu kamar yang dihuni oleh korban dan saat pintu dibuka, korban ditemukan sudah tak bernyawa. Agus menyebut korban tinggal di tempatnya karena ikut bekerja dengan seseorang bernama Anwar dan tidak memiliki tempat. <blockquote>"Almarhum ini sehat, sore ini saya cek kos, kemudian turun ke bawah dan memanggil korban. Lantaran tidak menjawab, saya buka pintu dan korban sudah meninggal dunia," kata Agus.</blockquote> Sementara itu Arif rekan almarhum mengaku terakhir kali bertemu pada Kamis (18/12) pekan lalu saat sama-sama sedang ngampas barang di Ketahun, Bengkulu Utara.<!--nextpage--> Arif juga mengaku terkejut mengetahui rekannya meninggal dunia, karena setiap bertemu, korban yang selalu ceria ini dalam kondisi sehat. <img class="alignnone size-full wp-image-10016" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-24-at-19.40.23.jpeg" alt="" width="853" height="536" /> <blockquote>"Terakhir ketemu Kamis, waktu itu ngampas di Ketahun, seminggu bisa dua kali bertemu," ujar Arif.</blockquote> Berdasarkan alamat dari KTP milik almarhum, Abdul Hamid ini terdata lahir di Pondok Kelapa tahun 1985 dan tinggal di Desa Kesambe Lama, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong. Untuk proses lebih lanjut, Agus pemilik kamar bedengan yang ditempati oleh korban telah melapor ke Polsek Selebar. Tim Inafis Polresta Bengkulu langsung terjun ke lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). <img class="alignnone size-full wp-image-10022" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-24-at-20.06.22-1.jpeg" alt="" width="749" height="476" /> Situasi di lokasi sempat ramai oleh warga sekitar yang ingin melihat proses evakuasi di tengah suasana menjelang malam. Saat ini, jenazah Abdul Hamid telah dievakuasi oleh petugas dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk keperluan autopsi. Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut guna memastikan apakah korban meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya atau terdapat faktor lain.<!--nextpage--> <strong>(Untung)</strong>