Sementara itu, menanggapi fenomena ini, ahli geologi sekaligus pakar mitigasi bencana geologi dan vulkanologi.
Ade Edward, menjelaskan jika gejala ini kemungkinan besar berkaitan dengan karakteristik kawasan bukit kapur (karst).
Menurut Ade Edward, daerah karst sangat mudah mengalami pelarutan sehingga memiliki banyak rongga atau celah di bawah permukaan tersebut.
Tak hanya itu, Ade juga mengatakan jika hilangnya aliran sungai secara tiba-tiba merupakan fenomena geologis yang dikenal sebagai sinkhole atau runtuhan tanah.
Ketika rongga di bawah permukaan terbuka akibat tekanan air atau pergerakan tanah setelah hujan ekstrem, maka air di sungai bisa langsung tersedot masuk dan akan membentuk sungai bawah tanah.
Tak hanya itu, Ade juga menekankan bahwa meski indikasi karst cukup kuat, namun hal ini tetap diperlukan kaji cepat di lapangan untuk memastikan apa yang menjadi pemicu pastinya.
(Putri Nurhidayati)

















