
Walau begitu para tamu akan mendapatkan kesan berbeda saat tidur di kamar bahkan saat memasuki hotel.
“Kita tidak mengedepankan fasilitas, namun dapat kami pastikan bahwa pengunjung yang menginap akan merasakan sensasi yang berbeda terutama suasana kamar dengan ornamen dan konsep budaya Bengkulu dan Jawa,” jelas M. Abrasi, Sabtu (31/1).
Sebagai orang asli Suku Serawai, Bupati Bengkulu Selatan, Rifa’i Tajudin mengaku terkesan sekaligus bangga dengan konsep Alena Boutique Hotel..
Rifa’i mengaku sangat suka melihat desain yang ada di Alena Boutique Hotel., mulai dari berendo, tangga, lantai yang terlihat eksotis.
“Jujur sebagai orang Serawai saya bangga, ini baru pertama budaya asli Bengkulu dimasukkan dalam sebuah hotel yang cukup memiliki kelas di jajaran bisnis perhotelan di Kota Bengkulu,” kata Rifa’i Tajudin.
Sebagai bentuk perkenalan kepada masyarakat , manajemen Alena Boutique Hotel menyediakan potongan harga bagi pengunjung sebesar 10 persen selama tiga bulan ke depan.
Sementara untuk rate atau harga kamar sangat bervariasi, mulai dari Rp 350 ribu hingga Rp 1 juta per malam.

















