<strong>Seluma</strong> - Aksi demo para honorer yang telah di rumahkan pada akhir Desember 2025 lalu telah melakukan aksi demo pada Senin (19/01) dan berakhir deadlock. Rabu (20/01) siang, akhirnya sekitar 20 orang perwakilan honorer bertemu dengan Bupati dan Wakil Bupati Seluma. Dalam pertemuan itu, perwakilan para eks honorer tenaga guru, tenaga kesehatan dan tenaga teknis berharap Pemerintah Kabupaten Seluma dapat kembali mengaktifkan mereka, meskipun bergaji kecil. <h3>Keinginan Eks Honorer</h3> Leni Mardalena eks tenaga nakes Puskesmas Babatan berharap agar dia dan rekan-rekanya bisa kembali bekerja, meskipun bergaji kecil. Menurutnya, tak masalah bergaji kecil sebesar Rp250 per bulan, sembari menunggu pengangkatan tenaga PPPK di tahun selanjutnya agar tidak ada istilah putus kontrak untuk terakhir kalinya. <blockquote>"Tolong kami Bapak Bupati, saya tidak mempermasalahkan gaji kami kecil hanya Rp250 ribu per bulannya, yang penting kami tidak diputus kontraknya Pak, supaya kami masih bisa berpeluang ikut seleksi PPPK di tahun selanjutnya," ucapnya.</blockquote> Sama halnya dengan eks honorer tenaga kebersihan yang menuntut agar Pemkab Seluma kembali mengaktifkan dia dan rekan-rekannya sebagai tenaga kontrak karena sudah belasan tahun mengabdi.<!--nextpage--> Selain itu, para eks honorer tenaga kebersihan yang sempat ikut dirumahkan, juga menuntut agar ia dapat kembali dapat diaktifkan sebagai tenaga kontrak, karena sudah belasan tahun mengabdi. Hal serupa juga disampaikan oleh Lesmiwati, satu-satunya honorer yang semula bertugas sebagai petugas kebersihan di Dinas Perizinan dan Penanaman Modal Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Seluma. Ia menuntut keadilan agar bisa diaktifkan kembali bekerja sesuai regulasi yang ada, karena sudah lama mengabdi belasan tahun. Para perwakilan ini menyayangkan, sejak dirumahkan per 31 Desember 2025 lalu, ia justru dikejutkan dengan rekrutmen tenaga baru yang berlatarbelakang sebagai teknisi namun merangkap sebagai petugas kebersihan. <blockquote>"Tolong pak, saya ingin bekerja kembali di Dinas Perizinan karena saya satu-satunya cleaning service yang sudah lama mengabdi, saya kecewa pak karena sejak dirumahkan 31 Desember lalu, tahu-tahu sudah ada 6 orang baru yang berlatarbelakang sebagai teknisi tapi merangkap sebagai petugas kebersihan," ungkap Lesmiwati.</blockquote> <h3><img class="alignnone size-full wp-image-10930" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2026/01/WhatsApp-Image-2026-01-21-at-15.13.20-2.jpeg" alt="" width="1280" height="720" /></h3> <h3>Pernyataan Bupati Seluma Teddy Rahman</h3> Keluhan para perwakilan honorer ini, mendapat respon Bupati Seluma Teddy Rahman.<!--nextpage--> Dengan menyiapkan anggaran Rp500 juta bisa merekrut untuk 3 jabatan yang tidak ada formasi di CPNS seperti cleaning service, sopir dan penjaga kantor, dengan mengutamakan kualifikasi para pekerja yang telah lama mengabdi. "Setelah mendengar keluhan teman-teman, dan mendengar masukan dari Pak Wabup dan Pak Sekda, jadi pesan saya yang pertama kepada seluruh OPD, terkait rencana rekrutmen 3 jabatan dari cleaning service, sopir dan penjaga kantor, dianjurkan teman-teman yang telah lama mengabdi, Sedangkan untuk para tenaga fungsional lainnya baik guru, kesehatan dan teknis, Bupati menyampaikan pihaknya butuh waktu, meskipun tidak mempermasalahkan besaran gaji tapi ujung-ujungnya juga minta diangkat. <blockquote>"Pada prinsipnya saya tidak ingin ada yang dirugikan, tapi karena ini terkait dengan masalah yang lebih besar baik itu anggaran dan kebijakan pemerintah pusat mau tidak mau harus diikuti agar Seluma ini kondusif," tutur Bupati Teddy Rahman.</blockquote> <h3>Keterangan Wakil Bupati Seluma</h3> Sementara itu, Wakil Bupati Seluma Gustianto mengatakan Pemkab Seluma akan menyurati kembali ke Pemerintah pusat, terkait solusi ke depannya, karena belanja pegawai di Kabupaten Seluma sudah melebihi porsinya. <blockquote>"Tadi sesuai keinginan mereka, kita akan surati kembali ke pemerintah pusat, karena ini menyangkut dengan anggaran belanja pegawai supaya pemerintah pusat memberikan solusinya, kita tahu belanja pegawai kita sudah membengkak melebihi porsinya," tambah Gustianto.</blockquote> Usai Rapat Dengar Pendapati, massa pendemo akhirnya berangsur-angsur membubarkan diri dengan pengawalan aparat kepolisian yang sejak pagi mengawalnya.<!--nextpage--> <strong>(Hari Adiyono)</strong>