Pada pukul 12.40 WIB, korban sempat dibawa ke klinik terdekat, namun karena tidak ada dokter, korban langsung dirujuk ke RS Lagita Ketahun.
“Dalam perjalanan menuju rumah sakit, korban mengalami kejang dan muntah,” jelas Kapolres.
Kondisi MS Saat Tiba di RS Bhayangkara
Setibanya di rumah sakit sekitar pukul 13.00 WIB, korban sudah dalam kondisi tidak sadar.
Pada hari Jumat (27/2), korban pun dirujuk ke RS Bhayangkara untuk penanganan lebih lanjut karena kondisinya terus menurun.
Di rumah sakit tersebut dilakukan CT Scan guna mengetahui penyebab medis yang terhadao MS.
Selanjutnya, pada Sabtu (28/2) sekitar pukul 09.00 WIB, RS Bhayangkara merujuk MS ke RS Tiara Sella untuk menjalani tindakan operasi.
Namun, kondisi korban terus mengalami penurunan hingga akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.00 WIB.
Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka di Desa Giri Kencana, Kecamatan Ketahun.
Kapolres menegaskan, sejak awal informasi korban sakit diterima, pihak kepolisian langsung melakukan langkah-langkah cepat berupa pengecekan lapangan dan pendalaman.
“Sejak awal kami telah melakukan crosscheck dan pendalaman, termasuk mengambil sampel makanan untuk dilakukan uji laboratorium di BPOM Bengkulu,” ujar Kapolres.
Hasil Pemeriksaan CT Scan dan Uji Sampel Makan di Laboratorium
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan CT Scan, korban mengalami pendarahan pada bagian otak yang diduga kuat akibat kelainan pada pembuluh darah otak.

















