Munculnya pemimpin baru di Moskow pada 2026 diprediksi akan mengubah arah konflik di Ukraina serta stabilitas regional di Eropa Timur.
Akan tetapi, para peneliti berpendapat, bahwa beberapa ramalan yang dikaitkan dengan Baba Vanga tersebut sebagian besar akan ditafsirkan ulang dalam konteks kontemporer, sehingga mudah menciptakan kesan kebetulan setelah peristiwa tersebut terjadi.
Oleh karena itu, mendekati konten ini membutuhkan landasan pemikiran kritis, dengan membedakan secara jelas antara keyakinan pribadi dan bukti ilmiah.
(Putri Nurhidayati)

















