Seluma – Sejumlah tenaga kesehatan yang statusnya masih honorer di RSUD Tais saat ini dilanda kecemasan.
Pemerintah Kabupaten Seluma mengambil kebijakan untuk merumahkan seluruh tenaga honorer tanpa terkecuali.
Terhitung per 31 Desember mendatang, seluruh tenaga honorer termasuk tenaga kesehatan yang dikontrak di RSUD Tais pun ikut kena imbas.
Kebijakan ini diambil karena dampak keterbatasan kemampuan keuangan daerah untuk membayar gaji para honorer.
Bupati Seluma Teddy Rahman mengaku tidak ada pilihan, selain merumahkan para tenaga honorer.
Meskipun para honorer tersebut di antaranya telah masuk dalam calon PPPK Tahap 2.
Jika terus dipaksakan, maka lebih dari 60 persen APBD 2026 Kabupaten Seluma akan terkuras untuk membayar belanja pegawai.
Sehingga kebutuhan anggaran pembangunan lainnya menjadi tidak berjalan, karena angka APBD 2026 tidak sampai Rp 1 triliun.

Bahkan untuk menutupi defisit APBD, Bupati Seluma mengambil kebijakan untuk memotong anggaran Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) PNS, sebesar Rp 17,4 miliar atau 30 persen,

















