<strong>Nasional</strong> - Pernahkah Anda penasaran mengapa kebiasaan sederhana seperti meniup sup panas atau makan sambil berdiri bisa menjadi bumerang bagi kesehatan? Ternyata, apa yang diajarkan Rasulullah ribuan tahun lalu kini terbukti secara medis. Hal itu menjadi pemicu berbagai penyakit modern, mulai dari maag hingga ancaman radikal bebas. Dijelaskan oleh dr. R. Cahyono Sp, dalam salah satu video yang diunggahnya di akun Facebooknya, Jika Rasulullah pernah mengajarkan manusia untuk tidak makan dan minum sambil berdiri. Hal inilah yang menyebabkan saat ini banyak penderita sakit maag. <blockquote>“Hari ini banyak yang sakit maag, karena nabi kita sudah mengajarkan makan jangan sambil berdiri. Tapi kita sekarang ada standing party, pesta dengan berdiri. Minum jangan berdiri,” kata dr. R. Cahyono.</blockquote> Rasulullah juga melarang manusia untuk meniup makanan serta minuman dalam kondisi panas ketika hendak dikonsumsi. <blockquote>"Anda menghirup udara, yang dihirup adalah oksigen dan yang keluar dari mulut kita adalah gas karbon. Gas karbon bertemu dengan molekul air, dia akan berubah menjadi radikal bebas,” terangnya.</blockquote> <h3>Bahaya Utama Meniup Makanan Panas</h3> Sementara itu, berikut ini sejumlah bahaya utama meniup makanan yang panas: <h4>- Kontaminasi Mikroorganisme</h4> <ul> <li>Air liur mengandung bakteri dan virus yang bisa berpindah ke makanan saat kita meniup.</li> <li>Hal ini meningkatkan risiko infeksi dan penyakit perut, terutama jika Anda sedang sakit.</li> </ul> <h4>- Gangguan Keseimbangan Asam Tubuh</h4> <ul> <li>Proses meniup melepaskan Karbon Dioksida (CO2) dan Karbon Monoksida (CO).</li> <li>CO2 bereaksi dengan air membentuk asam karbonat (H2CO3), yang dapat mengganggu keseimbangan asam-basa tubuh.</li> </ul> <h4>- Gangguan Pernapasan</h4> <ul> <li>Uap panas yang terhirup saat meniup bisa menyebabkan iritasi saluran napas, menimbulkan batuk, sesak napas atau mengi.</li> </ul> <h4>- Keracunan Makanan (Food Poisoning)</h4> <ul> <li>Meniup dapat mempercepat pertumbuhan bakteri dan jika kita tidak langsung mengonsumsi makanan itu, maka meningkatkan risiko keracunan.</li> </ul> <h4>- Risiko Penularan Penyakit</h4> <ul> <li>Sangat tidak boleh meniup makanan untuk bayi atau orang lain, karena Anda bisa menularkan penyakit melalui air liur.</li> </ul> <h3>Cara Mendinginkan Makanan</h3> Lalu bagaimana cara mendinginkan makanan yang panas sebelum dimakan.<!--nextpage--> Sebenarnya ada beberapa cara yang efektif untuk mendinginkan makanan panas selain meniupnya, yang lebih higienis dan sering kali lebih cepat. Berikut adalah beberapa metode yang bisa Anda gunakan: <h4>- Aduk Makanan</h4> <ul> <li>Jika makanan Anda seperti sup atau bubur, mengaduknya secara perlahan akan membantu melepaskan panas ke udara dan mempercepat proses pendinginan.</li> </ul> <h4>- Sebarkan Makanan di Piring</h4> <ul> <li>Alih-alih membiarkannya menumpuk, sebarkan atau ratakan makanan Anda di permukaan piring atau mangkuk yang lebih luas.</li> <li>Hal ini meningkatkan luas permukaan yang terpapar udara, memungkinkan panas keluar lebih cepat melalui evaporasi dan konduksi.</li> </ul> <h4>- Gunakan Piring atau Mangkuk yang Dingin</h4> <ul> <li>Pindahkan makanan panas ke piring atau mangkuk yang sebelumnya sudah didinginkan di lemari es. Perbedaan suhu ini membantu mentransfer panas dari makanan ke wadah yang lebih dingin.</li> </ul> <h4>- Tambahkan Es</h4> <ul> <li>Untuk minuman atau makanan tertentu seperti sup encer, Anda bisa menambahkan es batu bersih untuk mendinginkannya secara instan. Pastikan es tersebut aman untuk dikonsumsi.</li> </ul> <h4>- Tempatkan Wadah di Atas Es atau Air Dingin</h4> <ul> <li>Tempatkan mangkuk berisi makanan panas di dalam wadah yang lebih besar berisi air dingin dan es.</li> <li>Mengaduk makanan secara berkala saat berada dalam rendaman air es akan membantu proses pendinginan lebih cepat. Ini adalah teknik umum di dapur profesional.</li> </ul> <h4>- Gunakan Kipas Angin</h4> <ul> <li>Mengarahkan kipas angin meja bersih ke makanan dari jarak yang aman dapat mensimulasikan efek tiupan secara lebih kuat dan higienis, mempercepat penguapan dan pendinginan.</li> </ul> Dengan menggunakan metode ini, Anda dapat mendinginkan makanan dengan cepat dan aman tanpa perlu meniupnya, yang dapat menyebarkan kuman.<!--nextpage--> <strong>(Putri Nurhidayati)</strong>