Kita tidak hanya ingin jemaah bisa berangkat, tapi juga bisa kembali dengan selamat dan ibadah tercapai dengan khusyuk.
“Oleh karena itu, pemeriksaan istitoah harus dilakukan dengan cermat dan teliti. Saya melihat bahwa di sini, tim kesehatan bekerja dengan sungguh-sungguh, dan itu sangat mengesankan,” kata Wakil Menteri.
Selain itu, Penanggung Jawab Program Kesehatan Haji dari Dinas Kesehatan Provinsi Bengkulu, Kurniawan Arianto menyampaikan ada 1.925 CHG yang mendaftar sejak awal tahun 2025.
Dihadapan Wamen Haji, Kurniawan mengatakan sudah ada 902 CJH yang telah menyelesaikan pemeriksaan kesehatan.

Pemeriksaan kesehatan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh, meliputi pemeriksaan fisik, laboratorium, dan juga tes kesehatan khusus yang dibutuhkan untuk perjalanan ke Arab Saudi.
Kurniawan juga mengungkapkan bahwa terdapat 2 calon jemaah haji yang dinyatakan tidak memenuhi syarat kesehatan setelah menjalani pemeriksaan.
“Kedua calon jemaah ini memiliki kondisi kesehatan yang tidak memungkinkan mereka untuk melakukan perjalanan dan ibadah haji. Sesuai aturan, keberangkatan mereka akan diganti oleh anggota keluarga lain yang telah mendaftar sebagai cadangan dan memenuhi semua kriteria kesehatan serta administrasi,” kata Kurniawan.
Kunjungan Wakil Menteri Haji dan Umrah ini juga menjadi momentum untuk memberikan apresiasi kepada seluruh petugas kesehatan, staf Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah, serta semua pihak yang terlibat dalam persiapan calon jemaah haji Bengkulu.

















