Aprilia menunggu giliran sisrute dari pihak RSUD M. Yunus Kota Bengkulu untuk kemudian juga dibawa ke Kota Bengkulu.
“Tadi (Senin sore) baru adiknya yang dirujuk ke rumah sakit M. Yunus om. Kalau kakaknya (Aprilia) nanti menyusul dirujuk juga ke Kota Bengkulu om,” tutur Prengki, ayah balita tersebut.
Kasus Khaira ini mengingatkan kita pada kasus Raya, Balita asal Kabupaten Sukabumi Provinsi Jawa Barat yang meninggal dunia beberapa waktu lalu. Ketika itu Raya juga mengeluarkan cacing belang dari mulut dan hidungnya.
Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Seluma Senin siang telah meninjau rumah Khaira. Kondisi rumahnya memang tidak layak huni. Dinding terbuat dari papan yang langsung menyentuh tanah sehingga ketika turun hujan, dinding rumah menjadi basah.
Kemudian sebagian lantai rumah juga masih tanah. Di belakang rumah Khaira ada kandang ayam kampung dan toilet yang dibangun dari program pemerintah.
Dari pemeriksaan medis, diketahui jika Khaira dan kakaknya Aprilia didiagnosa gizi kurang. Khaira yang berusia 1 tahun 8 bulan hanya memiliki berat 8 kilogram, kurang dari berat badan normal anak seusianya.

















