<strong>Bengkulu</strong> – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Bengkulu di bawah komando Brigjen Pol. Roby Karya Adi menggelar rilis akhir tahun 2025. Untuk memberantas peredaran gelap narkotika di Bengkulu, pihaknya menggunakan strategi komprehensif yang menggabungkan ketegasan penindakan hukum dengan masifnya program pencegahan. Dalam aspek penegakan hukum, BNNP Bengkulu menunjukkan keberhasilan signifikan dengan menuntaskan 10 Laporan Kasus Narkotika (LKN) dan mengamankan 19 tersangka dari sindikat terorganisir. Total barang bukti yang berhasil disita dari tangan para pelaku meliputi: <ul> <li>2,6 kilogram sabu,</li> <li>5,7 kilogram ganja,</li> <li>3.384 butir pil ekstasi.</li> </ul> Kepala BNNP Bengkulu Brigjen Pol. Roby Karya Adi menyebut keberhasilan paling menonjol terjadi pada pengungkapan jaringan Riza dengan barang bukti 2,5 kilogram sabu. Penindakan itu secara matematis berhasil menyelamatkan 42.431 jiwa warga Bengkulu dari bahaya narkotika. Selain penindakan fisik, BNNP juga menjalankan fungsi asesmen melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) terhadap 40 orang dengan rincian: <ul> <li>19 orang dilanjutkan ke proses hukum</li> <li>21 orang lainnya mendapatkan rekomendasi rehabilitasi.</li> </ul> Sejalan dengan masifnya penindakan, BNNP Bengkulu juga mencatatkan angka capaian yang luar biasa pada bidang pencegahan.<!--nextpage--> <img class="alignnone size-full wp-image-9958" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/12/WhatsApp-Image-2025-12-23-at-15.43.38-1.jpeg" alt="" width="1220" height="608" /> Sepanjang tahun 2025, BNNP telah melakukan sosialisasi dan edukasi P4GN kepada 10.853 orang dari berbagai sektor, mulai dari pendidikan, instansi pemerintah, hingga masyarakat umum. <blockquote>Upaya proteksi ini diperkuat dengan pembentukan "Desa Bersinar" di tiga wilayah yakni Kelurahan Lempuing, Kandang, dan Malabero, serta pelibatan 48 relawan anti-narkoba," kata Brigjen Pol. Roby Karya Adi.</blockquote> Tak hanya itu, langkah deteksi dini juga dilakukan melalui tes urine terhadap 956 orang guna memastikan lingkungan kerja dan masyarakat tetap steril dari penyalahgunaan zat terlarang. Menutup capaian tahun 2025, BNNP Bengkulu juga melaporkan keberhasilan pada bidang rehabilitasi dengan melayani 169 pasien rawat jalan dan 132 pasien rawat inap. Layanan pemulihan ini tidak hanya terpusat di Kota Bengkulu, namun jangkauannya telah meluas hingga ke kabupaten tetangga dan wilayah luar provinsi seperti Pagar Alam dan Musi Rawas. Dengan perpaduan angka penindakan yang tegas dan jangkauan pencegahan yang luas, BNNP Bengkulu menegaskan komitmennya dalam mengobarkan semangat <strong>"War on Drugs for Humanity"</strong> demi mewujudkan Bengkulu yang bersih dari narkoba.<!--nextpage--> <strong>(Untung)</strong>