Lebih lanjut ia juga menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu berkomitmen untuk menstabilkan harga komoditas pertanian seperti kopi.
“Kita terus berusaha untuk mensejahterahkan para petani kita, namun harus di barengi dengan doa. Maka kita harus menghidupi rumah – rumah ibadah guna mendapat restu Allah,” harap Helmi.
Pengembangan kopi harus menjadi strategi besar dalam upaya membangun ekonomi provinsi Bengkulu.
Penanaman bibit kopi bumi merah putih tersebut menjadi langkah komitmen pemerintah provinsi Bengkulu dalam memperkuat sektor pertanian berbasis kerakyatan.
“Nama Bumi merah putih mengandung makna yang sangat mendalam, melambangkan persatuan kedaulatan serta semangat gotong royong, dalam membangun daerah.
Melalui penanam kopi ini, kita ingin menghadirkan kopi Bengkulu yang tidak hanya unggul dari sisi kualitas, tetapi juga memiliki nilai kebangsaan dan kebanggaan nasional.” ungkap Gubernur.
Perwakilan petani Desa Mangkurajo, M. Saherik, senada dengan yang disampaikan Gubernur.

















