Jadi tidak hanya dari segi pertanian dan pertambangan, Sulawesi juga kaya akan hasil kelautan, seperti:
– Kerapu
– Ikan Nila
– Ikan Mas
– Baronang
– Ikan Tuna
– Rumput Laut
– Udang
– Teripang
– Ikan Merah
– Lemuru
– Cakalang
– Ikan terbang hingga ikan tenggiri
Sebagai catatan, pada tahun 2021 emiten pertambangan, PT Indika Energy Tbk (INDY), resmi menyelesaikan akuisisi 72 persen saham milik Nusantara Resources Limited (Nusantara), pengelola tambang emas Awak Mas di Luwu, Sulawesi Selatan (Sulsel) melalui anak usahanya, PT Indika Mineral Investindo (IMI).
Adapun total nilai transaksi ini yaitu sebesar AU$ 58,8 juta atau setara dengan US$ 42,7 juta (Rp 609 miliar dengan kurs Rp 14.250 per US$ untuk sekitar 72% saham di Nusantara.
Kemudian IMI membayar AU$ 0,35 per saham untuk 168.041.107 saham, termasuk saham-saham yang akan diterbitkan pada saat pelaksanaan hak.
Jadi, setelah penyelesaian transaksi, Nusantara tidak akan lagi tercatat di Australian Securities Exchange.
Sementara itu pada tahun 2023 entitas usaha PT Indika Energy Energy Tbk. (INDY) di bidang pertambangan emas, PT Masmindo Dwi Area (Masmindo), menargetkan konstruksi area tambang mulai 2024 sehingga produksi dimulai pada 2025.

















