Dua tahun setelah itu, ia pun ditinggal wafat istri tercinta, Sri Lestari.
Di atas kursi rodanya, ia harus menyaksikan kenyataan pahit bagi kedua putrinya bernama Putri (19) yang menganggur dan si bungsu Inah (14) yang harus mengubur mimpinya karena putus sekolah.

Demi bertahan hidup, pria renta ini terpaksa memelihara ayam di dalam dapurnya untuk dijual, sembari menanti belas kasih warga sekitar.
“Polri hadir sebagai pelindung dan pengayom yang tidak akan membiarkan masyarakatnya berjuang sendirian di tengah kesusahan,” tegas Irjen Pol. Mardiyono.
Dedikasi luar biasa Polda Bengkulu ini menuai pujian luas, karena konsistensi mereka dalam menghadirkan hunian layak bagi warga yang terlupakan oleh nasib.

(Untung)

















