Kemudian rekan lainnya bernama Hasanudin alias Penyok (24), asal Kelurahan Sukerejo Kecamatan Banyu urip Kabupaten Purworejo yang melihat rekannya terkena pisau, memukul Tole dari belakang dan mendorongnya hingga tersungkur ke tanah.
Melihat keributan tersebut, kru pasar malam lainnya berdatangan, dan kemudian membawa Tole ke belakang tenda.
Mendapat adanya informasi keributan di pasar malam, personel Polsek Sukaraja yang sedang piket pun langsung mendatangi TKP dan membawa pengurus serta kru yang terlibat perkelahian ke Polsek Sukaraja.
“Jadi bukan betujahan (penikaman) seperti yang beredar di medsos ya, cuma luka di tangan. Keributan itu sesama kru pasar malam bukan dengan pengunjung. Pemicunya gara-gara lap kanebo yang tidak mau saling meminjami untuk mengelap wahana permainan yang ada di pasar malam karena basah,” terang Kapolsek Iptu. Catur Teguh Susanto.
Pasca kejadian ini, kedua belah akhirnya sepakat berdamai dan menyelesaikan perkara ini secara kekeluargaan.
Kapolsek Sukaraja pun telah memberi peringatan pihak pengelola pasar malam, agar dapat menjaga ketertiban dan keamanan untuk kenyamanan pada pengunjung di manapun berada.
“Kedua belah pihak sudah sepakat berdamai dan diselesaikan secara kekeluargaan,” tambahnya.
Sementara itu, Kades Bukit Peninjauan II Tamyis, saat dikonfirmasi membenarkan insiden tersebut terjadi di stadion mini yang ada di desanya.
“Pasar malam itu sudah 3 minggu di desa kami sejak awal Desember kemarin, semula mereka dari Seginim,” ucap Tamyis.
Lanjutnya, keberadaan pasar malam tersebut sudah berlangsung sejak 3 minggu lalu pindahan dari Seginim Kabupaten Bengkulu Selatan.
















