Bengkulu – Anggota DPRD Kota Bengkulu Kusmito Gunawan kecewa berat dengan beberapa rekannya di DPRD Kota Bengkulu.
Kekecewaan Kusmito itu tampak pasca rapat paripurna internal DPRD Kota Bengkulu pada hari Senin, 3 Februari 2026 kemarin.
Kusmito kecewa karena masalah penyertaan modal untuk Bank Bengkulu.
Dalam rapat itu, sebagian anggota DPRD Kota Bengkulu tidak setuju melakukan penyertaan modal ke Bank Bengkulu.
Namun menyertakan modal ke Bank BPRS Fadila Kota bengkulu dalam Prolegda 2026.
Kusmito pun langsung bereaksi dengan melakukan interupsi dan protes keras, karena Bapemperda tidak memasukkan penyertaan modal ke Bank Bengkulu.
Dengan tegas, Kusmito menyampaikan ketidaksetujuan dengan Bapemperda, Bamus dan sebagian anggota DPRD yang tidak berpihak ke Bank Bengkulu.
“Bank Bengkulu ini aset dan banyak manfaat yang diberikan untuk Kota Bengkulu, salah satunya CSR, kemduian bantuan alat peningkatan PAD, transaksi dana untuk ASN, mitra, UMKM dan Dewan,” kata Kusmito.
Kusmito pun membeberkan bahwa di tahun 2025, Bank Bengkulu telah memberikan dana CSR untuk Kota Bengkulu sebesar Rp 251 juta untuk kepentingan masyarakat.
“Kawan-kawan DPRD harusnya lebih bijak mengambil keputusan, karena ini untuk kepentingan daaerah dan warga Kota Bengkulu,” pungkas Kusmito.
(Verdi Dwiansyah)
















