Perselisihan tersebut rupanya terus berlanjut hingga keduanya kembali bertemu depan SDN 24 tersebut.

Pemantik Emosi AS
Saat bertemu, mereka sempat saling bertatap mata, korban kembali mengeluarkan senjata tajam, sehingga AS mengaku terpancing emosi.
Bersama rekan-rekannya, AS mengejar korban menggunakan balok kayu dan meluapkan amarah pada kendaraan korban.
Akibat aksi anarkis tersebut, mobil BT mengalami rusak dengan nilai kerugian sekitar Rp 1 juta.
Tak terima dengan perlakuan tersebut, BT secara resmi telah melaporkan kasus pengrusakan ini ke Polresta Bengkulu.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait laporan tersebut untuk menindaklanjuti aksi main hakim sendiri yang dilakukan oleh oknum juru parkir tersebut.
(Untung)















