Seluma – Sejumlah perwakilan guru yang tergabung dalam kepengurusan PGRI Kabupaten Seluma, melaksanakan pertemuan di gedung PGRI Kabupaten Seluma.
Pertemuan pada Senin (26/01) siang ini membahas rencana aksi demo para guru yang menuntut TPG dan gaji 13 sejak Desember 2025 segera cair.
Tidak hanya itu, ada dua orang Anggota DPRD Seluma, Binanto dan Dody Haryadi turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Wakil Ketua PGRI Kabupaten Seluma, Yoyon Marsuin, S.Pd, menyampaikan telah berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Seluma.
Menurut pengakuan Dikbud Seluma, Surat Perintah Membayar (SPM) telah terbit.
Saat ini tinggal menunggu tanda tangan dari Kepala Dinas Dikbud Seluma untuk pengajuan ke Badan Keuangan Daerah (BKD) Kabupaten Seluma.
Untuk itu, Wakil Ketua PGRI meminta agar para guru tidak perlu lagi menggelar aksi unjuk rasa.
“Pertemuan ini membahas terkait keresahan para guru, dan kami dari PGRI berusaha membendung aksi demonstrasi terkait hak para guru. Jadi saya rasa tidak perlu berunjuk rasa, cukuplah kami dari PGRI yang mewakili urusan ini,” terang Yoyon Marsuin.
Berkaitan hal ini, DPRD Seluma tetap akan mengawal keluh kesah para guru untuk mendapatkan haknya.
“Kami akan tetap mengawal tuntutan para tenaga pendidik kita, agar hak mereka disegerakan dibayarkan, jangan sampai kejadian tahun 2024 lalu terulang lagi,” ujar Binanto.
Sementara itu dana dari Pemerintah Pusat sebesar Rp14.147.716.000 telah masuk ke Kas daerah Kabupaten Seluma pada akhir Desember 2025 lalu.

















