Menurut mantan dosen FH UNIB ini, merasionalisasikan dan mengefesiensikan belanja pegawai pada TPP sangatlah rasional, tentunya dengan kajian TIM dan indikator-indikator terukur.
Mengurai belanja TPP sampai dengan 30-50 persen sangatlah bijak. Tentunya ada kesetaraan secara adil dari penerima TPP tertinggi dengan yang terendah.
Berdasarkan data banggar yang tertinggi Sekeretaris Daerah Rp 36 juta dan terendah Asisreb apoteker Rp.800 ribu.
Kita juga mengkaji TPP di Kota Bengkulu melebih TPP Kabupaten bahkan Propinsi Bengkulu.