<strong>Bengkulu</strong> – Demonstrasi di Gedung DPRD Provinsi Bengkulu yang dimulai Jumat siang (29/8) baru berakhir menjelang malam. Massa baru membubarkan diri setelah ditemui Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring. Massa demo yang begitu ramai ini terdiri dari mahasiswa, pelajar hingga masyarakat umum. Jalannya demo tidak berjalan lancar. Massa yang mencoba masuk ke area Gedung DPRD Provinsi Bengkulu dihalau aparat kepolisian yang melakukan penjagaan. Pagar Gedung DPRD Provinsi Bengkulu juga dirobohkan.<!--nextpage--> Kemudian ada 7 orang peserta demo yang diamankan polisi. Sedangkan dari pihak kepolisian, ada 10 anggota yang terluka dan dilarikan ke rumah sakit. [caption id="attachment_1967" align="alignnone" width="749"]<img class=" wp-image-1967" src="https://camkohatv.id/wp-content/uploads/2025/08/WhatsApp-Image-2025-08-29-at-20.20.56-300x225.jpeg" alt="" width="749" height="562" /> Kapolresta Bengkulu, Ketua Komisi IV DPRD Provinsi dan perwakilan massa demo setelah melakukan pertemuan[/caption] Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Sudarno mengatakan tujuh orang yang diamankan itu dilakukan pemeriksaan. "Ya, memang ada 7 orang yang diamankan dan diperiksa. Selain itu ada juga anggota yang terluka," ungkap Kapolresta Bengkulu.<!--nextpage--> Ditambahkan Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bengkulu, Usin Abdisyah Putra Sembiring, setelah dilakukan pemeriksaan tujuh orang itu dilepas. "Tadi kita sudah bersepakat untuk melepas mereka untuk kembali ke kediamannya masing-masing," ujar Usin. Sementara itu, Sekretaris Umun Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Bengkulu, Muhammad Nanda Hariansyah menyampaikan mereka akan melakukan evaluasi pasca aksi hari ini. "Setelah ini kami akan melakukan evaluasi dengan aksi hari ini, dan kemungkinan kami akan kembali turun ke jalan dengan massa yang lebih banyak lagi," katanya.<!--nextpage--> <strong>Adrian M Yusuf</strong>