Bengkulu – Pemerintah Provinsi Bengkulu menggelar rapat lanjutan terkait optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Selasa (14/4).
Rapat ini merupakan tindak lanjut dari hasil studi banding ke Provinsi Riau dan Sumatera Barat beberapa waktu lalu.
Wakil Gubernur Bengkulu, Mian menegaskan bahwa salah satu kunci mencapai target PAD adalah soliditas kerja tim yang kuat dan terkoordinasi.
“Dari hasil studi tiru atau studi banding kita di Provinsi Riau dan Sumatera Barat, terdapat potensi yang belum optimal, khususnya pada pajak air permukaan.
Hal ini harus disolidkan oleh seluruh OPD agar dapat dipetakan dengan baik sehingga PAD bisa maksimal,” ujar Mian.

Ia mencontohkan Provinsi Riau sebagai daerah perkebunan kelapa sawit yang mampu meraih PAD dari sektor pajak air permukaan mencapai ratusan miliar rupiah.
Lebih lanjut, Mian juga menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bengkulu harus mampu meniru keberhasilan tersebut dalam meningkatkan PAD.

Ia juga mengingatkan agar pemotongan Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) dari pemerintah pusat tidak menjadi alasan untuk tidak berinovasi.
“TKDD kita sudah dipotong oleh pemerintah pusat.
Page 1 of 2

















